Feeds:
Pos
Komentar

Pada Hari Rabu kemarin tangga 23 Juni 2010, UP. FMA Talun Hijau kembali menerima kunjungan yang lain dari biasanya, kalau biasanya tamu bertanya dan kami jawab sambil tersenyum manis dengan keakraban dan canda, namun untuk kunjungan kali ini semua pertanyaan kami jawab dengan tegang, lalu siapa tamunya? tak lain adalah tim penilai dari tingakat Propinsi.

Sebenarnya tak ada di hati kami untuk membaik-baikan diri atau berharap untuk menjadi yang terbaik, tapi entah kenapa saat dicerca banyak pertanyaan kami  tegang juga, jauh dalam hati  (UP. FMA TAlun Hijau) kami bahkan tak berharap untuk menjadi nominasi yang terbak, kami berfikir bahwa kami tidak mau diburu target untuk memenuhi kriteria yang dinominasikan (apalagi yang terbaik), sunggguh kami telah merasa sangat repot dengan yang ada pada kami saat ini, kami hanya ingin bekerja dengan baik dan alami tanpa harus dibebani dengan urusan nilai dan nominasi yang bila itu dituruti malah akan menjadi beban dalam organisasi. Sebenarnay yang menjadi target kami adalah bagaimana pelatihan yang di fasilitasi UP. FMA Talun Hijau bisa memenuhi maksud dan tujuan seperti yang tertuang dalam FMA/FEATI, hanya itu saja!!!.

Pada hari minggu tanggal  Juni 2010 UP. FMA. TALUN HIJAU mendapatkan kunjungan dari FMA Kabupaten Wajo yang berjumlah + 30 orang dengan didampingi langsung oleh Bapak Ismujianto sebagai Pejabat Pemegang Komitmen Kabupaten Tulungagung , kunjungan tersebut tak lain merupakan study banding dari FMA/FEATI Kab. Wajo terhadap FMA/FEATI Kabupaten Tulungagung, dimana FMA Talun Hijua merupakan  satu dari dua perwakilan yang ditunjuk oleh FMA/FEATI Kab Tulungagung. Didampingi langsung oleh Bapak Ismujianto sebagai Pejabat Pemegang Komitmen Kabupaten Tulungagung.

Rombongan datang jam 11.00 WIB dan selesai sekitar pukul 14.00 WIB, acara diisi dengan perjalanan FMA Talun Hijau baik tentang suka ataupun dukanya (mungkin lebih banyak dukanya kali yaa?), dan dijelaskan pula tentang pelatihan-pelatihan yang telah difasilitasi oleh UP. FMA. Talun Hijau yang diadakan sejak 2008 sampai sekarang. Sesi tanya jawabpun berjalan dengan sangat komunikatif, pertanyaan mulai tentang administrasi keuangan, tekhnis pelatihan, manajemen organisasi dsb. Sebelum pulang para rombongan tamu berkunjung ke kelompok agribisnis  penggemukan kambing/domba dengan sitem pakan kering yang pelatihannya difasilitasi oleh UP. FMA Talun hijau, diiringi pertanyaan dan tawa canda para rombongan rombongan pun akhirnya mohon pamit dan foto bersama.

Mudah-mudahan, yang sedikit dari UP. FMA Talun Hijau bisa bermanfaat untuk yang lainnya, dan semoga persaudaraan yang terbina bisa senantiasa bersambung….

Tim Penulis
UP. FMA. TALUN HIJAU
Desa Karangtalun, Kabupaten Tulungagung
JAWA TIMUR 66281
e-mail: fma1karangtalunhijau@gmail.com
Phone 081233009947

Kebijakan pemerintah untuk meng-impor daging 110.000 ton/tahun ternyata berpengaruh terhadap proses pelatihan yang diadakan UP. FMA TALUN HIJAU yang bertajuk tentang penggemukan domba. Para peserta pelatihan yang tergabung dalam sebuah kelompok usaha yang semula sangat semangat dan mantap, namun perlahan-lahan keraguanpun mulai menghinggapi keyakinan mereka seiring dengan penurunan harga daging (ruminansia). Identifikasi pasar yang telah dilakukan terasa semakin tidak berdaya dan terasa tak berguna karena harga memang jauh dari dugaan.

Pelatihan pada tahun ini (awaltahun 2010) diharuskan beorientasi agribisnis yang nota benenya setelah pelaksanaan pelatihan ada peningkatkan taraf kesejahteraan para peserta pelatihan melalui ketrampilan teknologi yang disampaikan saat pelatihan dan berikutnya teknologi ini bisa disebar luaskan pada masyarakat sekitar peserta pelatihan, namun dengan terjadiya penurunan harga daging seolah-olah para pengurus kelompok usaha yang tergabung di pelatihan dan juga UP. FMA Talun Hijau harus dibuat tersipu malu dengan hasil pelatihan, karena target peningkatan kesejahteraan peserta belum bisa terpenuhi dengan baik, namun dari sudut budi daya, administrasi, manajemen penggemukan, serta teknologi yang diaplikasikan UP. FMA Talun Hijau telah berhasil mencapainya, satu-satunya yang bernilai merah adalah target bisnis pemasaran yang dikarenakan penurunan harga daging nasional, walaupun begitu pemasaran yang dilakukan UP. FMA Talun Hijau tidaklah bernilai merah sepenuhnya, karena walaupun pasar daging turun drastis namun kelompok usaha yang dilatih UP. FMA talun hijau tetap mendapatkan keuntungan dari penjualan ternak walaupun itu relatif kecil, dan dalam tahap selanjutnya kelompok usaha yang dilatih UP. FMA Talun Hijau tetap melakukan budidaya dengan teknologi yang telah diberikan saat pelatihan, dan pasar yang telah dirintis akan semakin dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai macam peluang dan kerjasama yang semakin terbuka.

Mudah-mudahan pelatihan yang telah dilakukan oleh UP. FMA Talun Hijau yang hanya berlangsung + 4 bulan bisa bermanfaat secara teknologi, ekonomi dan budaya di masyarakat sekitar.

UP. FMA TALUN HIJAU
Desa Karangtalun Kec. Kalidawir
Kab. Tulungagung JATIM 66281
e-mail fma.karangtalunhijau@gmail.com

UP.FMA Talun Hijau Desa Karangtalun dengan semangat kebersamaan telah melaksanakan kegiatan pelatihan  yang berjudul Pelatihan Penggemukan Domba dengan Sistem Pakan Kering dan Pembuatan Pakan Konsentratnya yang dilaksanakan pada hari Sabtu 06 Februari 2010 di Desa Karangtalun Kec. Kalidawir Kab. Tulungagung dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Pelatihan kali ini menghadirkan narasumber seorang pelaku usaha dari Pare Kab. Kediri yang telah sukses melakukan  usaha dibidang peternakan domba yaitu  Bapak  H.Akas Alamuddin.

Penyampaian materi dengan dari narasumber dilanjutkan dengan praktek secara langsung membuat peserta mudah memahami dan mengerti materi yang disampaikan. Materi yang dibahas meliputi: tatalaksana kandang,pemilihan bibit ,pencegahan penyakit dan cara pembuatan konsentrat pakanya. Dalam pembuatan konsentrat pakan peserta dikenalkan berbagai macam bahan makanan ternak yang berupa berbagai macam limbah pertanian, maupun limbah pabrik. Selama ini petani kurang bisa memanfaatkan limbah pertanianya secara maksimal, misalnya jerami kedelai, tebon jagung, tongkol jagung dan sebaainya. Limbah-limbah ini kurang mendapat sentuhan teknologi, malah kadang hanya untuk “makan korek api”alias digunakan sebagai bahan bakar. Para petani sebelumnya belum mengetahui potensi yang tersembunyi pada limbah pertanian yang mereka hasilkan,namun setelah mendapatkan penjelasan dari narasumber  peserta memahami bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi sumber bahan makanan ternak dengan biaya yang murahdan mudah didapat. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan petani dapat mengubah pola pikir mereka dalam mengusahakan pertanianya.mereka diharapkan bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk melakukan usahanya secara efisien dan optimal,dari cara pertanianya yang tradisional menjadi petani yang berwawasan dan berorientasi pada pertanian komersil dan berwawasan agribisnis. Petani tidak hanya bisa memproduksi , tetapi juga bisa memasarkan produk yang dihasilkanya..”Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat untuk masa depan petanian kita “Bersama kita bisa “.Amin..

Selama tahun 2009 UP. FMA Talun Hijau Desa Karangtalun sempat merasa terombang-ambing oleh aturan yang masih saja belum pasti, Pembaharuan demi pembaharuan telah dilakukan disana-sini oleh FMA Kabupaten, celah kelemahan demi celah kelemahan ditutup dengan langkah-langkah yang serba baru.

Setelah tidak menentunya aturan di FMA/FEATI akhirnya pada tahun aggaran 2009, FMA/FEATI di Kabupaten Tulungagung lambat laun menemukan jatidiri,UP. FMA di seluruh desa yang mendapatkan program inipun ikut berbenah, tak terkecuali UP. FMA TALUN HIJAU Desa Karangtalun pun ikut aktif membenahi diri menyesuakan diri dengan aturan yang sebenarnya bisa dikatakan semakin sulit, Namun tak ada yang sulit selama itu dijalankan dengan benar dan sungguh-sungguh.
Program FMA/FEATI yang saat ini berorientasi pada agribisnis, mulai analisa pasar, penentuan komoditi dsb, yang sekaligus harus menerima usulan dari masyarakat desa yang tertuang dalam RTD (Rembuk Tani Desa), yang juga harus memunculkan satu produk unggulan dalam satu desa, sebenarnya adalah hal yang sulit, terkadang bahkan terasa bertentangan. Disis lain UP.FMA harus menerima usulan permasalahan yang dihadapi masyarakat petani (yang kebanyakan usulannya bermacam-macam yang sudah barang tentu sebagian besar usulannya bukanlah produk unggulan), namun disis lain UP. FMA harus bekerja keras untuk untuk menentukan produk unggulan desa, yang terkadang produk unggulan tersebut kurang begitu disukai masyarakat. Namun begitu lambat laun akhirnya masyarakat menyadari dan mulai mengerti kalau mereka harus mempunyai sebuah produk unggulan yang bisa diandalkan.
UP. FMA TALUN HIJAU-pun mulai giat berusaha menggandeng pengusaha, tengkulak, produsen-produsen yang berkaitan dengan sektor pertanian yang dijadikan produk unggulan tersebut, gagal dengan yang satu bukan berarti menyerah, berusaha, dan berusaha lagi adalah sebuah kunci untuk mencapai keberhasilan.

Mudah-mudahan FEATI/FMA yang membuka lembar baru ini semakin bermanfaat untuk masyarakat petani dan semakin meningkatkan kesejahteraanya.

Untuk mengawali hari indah pada awal tahun ini, Pada tanggal 11 Januari 2009 UP. FMA. Karangtalun hijau telah melaksanakan pelatihan tentang pembuatan pupuk organik yang berbahan dasar utama berupa kotoran sapi, di pandu langsung oleh Ir. Sigit Pramono perwakilan dari PT. Lembah Hijau Multifarm (LHM), dengan diikuti antusiasme para peserta pelatihan sebanyak 60 orang.
Pelatihan berjalan lancar yang berahir jam 12.30 dengan diiringi tetesan peluh para peserta. Sejak persipan pelatihan para peserta selalu bersemangat, mulai saat musyawarah, pembuatan naungan, sampai saat pelatihan para peserta selalu bersemangat, penuh kebersamaan dan keakraban.
Pada saat pemberian materi oleh nara sumber, peserta pelatihan mengikuti dengan penuh perhatian, dan
keseriusan, walaupun begitu sesekali celoteh dan tawa mereka terdengar sampai diluar ruangan yang penuh bahkan sebagian peserta harus duduk di serambi.

Akhirnya Tiba Juga

Setelah sekian lama menunggu kini ahirnya tiba juga. Dengan proses yang berjalan lambat dan dengan cuaca yang berubah-ubah, sesuatu yang dinanti UP. FMA Karangtalun Hijau kini ahirnya tiba juga, yaitu dana untuk kegiatan tahun anggaran 2008 pada selasa 23 Desember 2008, walau turunnya sudah di penghujung tahun 2008, tapi tak masalah, 2 kegiatan untuk tahun 2008 akan dilaksanakan pada awal 2009 yang berhimpitan dengan penyusunan proposal kegiatan untuk 2009.

Semoga untuk dana kegiatan tahun anggaran 2009 prosesnya tidak berjalan seperti siput yang kelelahan, sehingga kegiatan bisa berjalan sesuai perencanaan